Pengertian
Sistem secara umum adalah sekumpulan
benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Kata sistem sendiri berasal
dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan
yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan
aliran informasi, materi atau energi.
Sedangkan menurut para ahli, Pengertian Sistem
diartikan sebagai berikut Jogianto HM dalam bukunya “System informasi data base” (2007 : 54) mengemukakan bahawa: “system dapat didefinisikan sebagai suatu
kesatuan yang terdiri dari satau atau dua komponen atau subsistem yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan”.
Jerry Fitzgerald dalam bukunya “system basis data” (2007 : 63)
mengemukakan bahwa: “system adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan”.
Mengacu
pada beberapa definisi sistem di atas, dapat juga diartikan, sistem adalah
sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam
melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh, dalam
sistem komputer terdapat software (perangkat lunak), hardware (perangkat
keras), dan brainware (sumber daya manusia).
Jogianto HM dalam bukunya “Analisa Dan Desain System” (2006 :74)
yang menyatakan bahwa : “informasi adalah
data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi
penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan pada saat sekarang atau
pada masa yang akan datang”
Abdul Kadir dalam bukunya “Pengenalan System Informasi” (2009:48)
mmengemukakan bahwa:“informasi adalah
data yang telah diproses berupa fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan
pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna dan bermanfaat bagi pemakainya”.
Jadi, secara umum informasi
adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih
berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam
pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.
Sesungguhnya yang dimaksud sistem
informasi tidak harus melibatkan komputer, sistem informasi yang menggunakan
komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (computer based
information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi
lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer.
Sedangkan menurut para ahli
definisi sistem informasi adalah sebagai berikut:
Jogianto HM dalan bukunya “Analisa Dan Desain System Informasi”
(2006:77) mengemukakan bahwa:“system
informasi adalah suatu hinpunan komponen yang terpadu dan sistematis maupun
formal yang mendukung ataupun melakukan fungsi operasi, manajemen dan
menyajikan informasi guna menunjang manajemen sebagaiman yang diinginkan”.
Jogianto HM dalam bukunya “System Informasi Data Base” (2007:58)
mengemukakan bahwa:“system informasi
adalah suatu system didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan yang diperlukan”.
Jadi Definisi
sistem informasi adalah kumpulan informasi didalam sebuah basis data
menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan di dalam pengambilan
keputusan bisnis sebuah organisasi /
perusahaan.
2.2
Pengertian
Teknologi Komputer dan Teknologi Komunikasi
Dari definisi diatas terlihat bahwa teknologi informasi baik
secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa tekologi komputer, tetapi
juga teknologi telekomunikasi.Dengan kata lain, yang disebut teknologi
informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi.
Penjelasan atas dua teknologi yang mendasari adalah sebagai
berikut
2.2.1
Teknologi Komputer
Teknologi komputer adalah teknologi yang
berhubungan dengan komputer,termasuk peralatan yang berhubungan dengan
komputer, seperti printer, pembaca sidik jari, dan bahkan CD-ROM. Komputer
adalah mesin serba guna yang dapat dikontroldan diprogram, digunakan untuk
mengolah data menjad informasi. Program adalahderetan instruksi yang digunakan
untuk mengendalikan komputer hingga computer dapat melakukan tugasnya sesuai
yang dikehendaki oleh pembuat program. Dataadalah bahan mentah bagi komputer
yang dapat berupa angka atau huruf atau simbol,sedangkan informasi adalah
bentuk data yanag telah diolah sehingga dapat menjadibahan yang berguna untuk
pengambilan keputusan.
2.2.2
Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi adalahteknologi
yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Termasuk dalam kategoriteknologi
ini adalah telepon, radio dan televisi.
Teknologi Informasi (TI) adalah faktor yang sangat
mendukung dalam penerapan sistem informasi yang merupakan suatu solusi
organisasi dan manajemen untuk memecahkan permasalahan manajemen yang timbul.
Menuju era globalisasi para pimpinan organisasi dalam pengambilan keputusan (decision making) tertentu untuk
pengembangan solusi yang baru maupun perubahannya akan digantikan oleh peranan
Sistem Informasi (SI) yang didukung oleh TI yang tepat guna. Salah satu modal
yang harus ditingkatkan untuk menghadapi
hal tersebut adalah efektifitas pemanfaatan TI.
Peranan TI dalam berbagai aspek kegiatan bisnis
dapat dipahami karena sebagai sebuah teknologi yang menitik beratkan pada
pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi
kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan
akurat (Wilkinson dan Cerullo,1997).
Menurut Mc. Farlan (1983); Rockart (1998) dalam Nur
Indriantoro (2000); dan Syam (1999), “penerapan TI bagi perusahaan mempunyai
peranan penting dan dapat menjadi pusat strategi bisnis untuk memperoleh
keunggulan bersaing.” Selanjutnya, Downing (1993); Trisnawati (1998);Syam
(1999) juga menyebutkan bahwa saat ini TI sudah menjadi kebutuhan dasar bagi
setiap perusahaan terutama dalam menjalankan segala aspek aktifitas organisasi.
De Lone (1981); Morgan (1996) dalam Syam (1999); Martin dan Merle.P (1995),
menyatakan bahwa penggunaan TI bagi suatu perusahaan ditentukan oleh banyak
faktor, salah satu diantaranya adalah karakteristik pengguna TI.
Penerapan TI tidak hanya pada sektor bisnis,
tetapi pada sektor publik khususnya dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat mutlak harus dibutuhkan. Sebagai contoh pengajuan perijinan,
pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), pembuatan surat ijin mengemudi (SIM)
maupun informasi profile daerah. Seperti halnya perusahaan, pemerintah
menghadapi masalah dalam penerapan TI. Seperti yang dikemukan Morgan 1996)
dalam Syam (1999); Martin dan Merle.P (1995), menyatakan bahwa penggunaan TI
bagi suatu perusahaan ditentukan oleh banyak faktor, salah satu diantaranya
adalah karakteristik pengguna TI.
Perbedaan karakteristik pengguna TI dipengaruhi juga
oleh banyak faktor , salah satunya
adalah aspek prilaku. Prilaku ini dipengaruhi oleh persepsi pengguna
terhadap TI yang secara teoritis dideskripsikan oleh para ahli pengembang TI
sebagai pengguna dan pengaruhnya terhadap penggunaan komputer (Davis,et.al
1989; Ferguson, 1991). Berdasarkan aspek keprilakuan pengguna (user) yang
juga turut mempengaruhi persepsi dan sikap dalam menerima penggunaan TI.
Prilaku dapat ditunjukkan dengan belum siapnya pemerintah daerah dalam
mengadopsi TI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta
mengedepankan transparasi dan akuntabilitas.
Peran teknologi
informasi bagi sebuah perusahaan dapat kita
lihat dengan menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R. Terry, ada 5
peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan, yaitu:
Fungsi Operasional akan
membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya
oleh teknologi informasi
Fungsi Monitoring and
Control mengandung arti bahwa keberadaan
teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas
di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur
organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau
peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para
manajer di perusahaan terkait.
Fungsi Planning and
Decision mengangkat teknologi informasi
ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler
dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi
para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah
keputusan penting sehari-harinya
Fungsi Communication
secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi modern
dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media
individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan
berinteraksi.
Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena
dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan
kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar