Rabu, 05 Juni 2013

sistem IT


Pengertian Sistem secara umum adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Kata sistem sendiri berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.

Sedangkan menurut para ahli, Pengertian Sistem diartikan sebagai berikut Jogianto HM dalam bukunya “System informasi data base” (2007 : 54) mengemukakan bahawa: “system dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari satau atau dua komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan”.

Jerry Fitzgerald dalam bukunya “system basis data” (2007 : 63) mengemukakan bahwa: “system adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan”.

Mengacu pada beberapa definisi sistem di atas, dapat juga diartikan, sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh, dalam sistem komputer terdapat software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras), dan brainware (sumber daya manusia).
Jogianto HM dalam bukunya “Analisa Dan Desain System” (2006 :74) yang menyatakan bahwa : “informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan pada saat sekarang atau pada masa yang akan datang”

Abdul Kadir dalam bukunya “Pengenalan System Informasi” (2009:48) mmengemukakan bahwa:“informasi adalah data yang telah diproses berupa fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna dan bermanfaat bagi pemakainya”.

Jadi, secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.

Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkan komputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer.

Sedangkan menurut para ahli definisi sistem informasi adalah sebagai berikut:
Jogianto HM dalan bukunya “Analisa Dan Desain System Informasi” (2006:77) mengemukakan bahwa:“system informasi adalah suatu hinpunan komponen yang terpadu dan sistematis maupun formal yang mendukung ataupun melakukan fungsi operasi, manajemen dan menyajikan informasi guna menunjang manajemen sebagaiman yang diinginkan”.

Jogianto HM dalam bukunya “System Informasi Data Base” (2007:58) mengemukakan bahwa:“system informasi adalah suatu system didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan”.

Jadi Definisi sistem informasi adalah kumpulan informasi didalam sebuah basis data menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan di dalam pengambilan keputusan bisnis sebuah organisasi / perusahaan.

2.2  Pengertian Teknologi Komputer dan Teknologi Komunikasi
Dari definisi diatas terlihat bahwa teknologi informasi baik secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa tekologi komputer, tetapi juga teknologi telekomunikasi.Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi.
Penjelasan atas dua teknologi yang mendasari adalah sebagai berikut
2.2.1        Teknologi Komputer
Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer,termasuk peralatan yang berhubungan dengan komputer, seperti printer, pembaca sidik jari, dan bahkan CD-ROM. Komputer adalah mesin serba guna yang dapat dikontroldan diprogram, digunakan untuk mengolah data menjad informasi. Program adalahderetan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer hingga computer dapat melakukan tugasnya sesuai yang dikehendaki oleh pembuat program. Dataadalah bahan mentah bagi komputer yang dapat berupa angka atau huruf atau simbol,sedangkan informasi adalah bentuk data yanag telah diolah sehingga dapat menjadibahan yang berguna untuk pengambilan keputusan.
2.2.2        Teknologi Komunikasi
Teknologi komunikasi adalahteknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh. Termasuk dalam kategoriteknologi ini adalah telepon, radio dan televisi.

Teknologi Informasi (TI) adalah faktor yang sangat mendukung dalam penerapan sistem informasi yang merupakan suatu solusi organisasi dan manajemen untuk memecahkan permasalahan manajemen yang timbul. Menuju era globalisasi para pimpinan organisasi dalam pengambilan keputusan (decision making) tertentu untuk pengembangan solusi yang baru maupun perubahannya akan digantikan oleh peranan Sistem Informasi (SI) yang didukung oleh TI yang tepat guna. Salah satu modal yang harus ditingkatkan  untuk menghadapi hal tersebut adalah efektifitas pemanfaatan TI.

Peranan TI dalam berbagai aspek kegiatan bisnis dapat dipahami karena sebagai sebuah teknologi yang menitik beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat (Wilkinson dan Cerullo,1997).

Menurut Mc. Farlan (1983); Rockart (1998) dalam Nur Indriantoro (2000); dan Syam (1999), “penerapan TI bagi perusahaan mempunyai peranan penting dan dapat menjadi pusat strategi bisnis untuk memperoleh keunggulan bersaing.” Selanjutnya, Downing (1993); Trisnawati (1998);Syam (1999) juga menyebutkan bahwa saat ini TI sudah menjadi kebutuhan dasar bagi setiap perusahaan terutama dalam menjalankan segala aspek aktifitas organisasi. De Lone (1981); Morgan (1996) dalam Syam (1999); Martin dan Merle.P (1995), menyatakan bahwa penggunaan TI bagi suatu perusahaan ditentukan oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah karakteristik pengguna TI.

Penerapan TI tidak hanya pada sektor bisnis, tetapi pada sektor publik khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mutlak harus dibutuhkan. Sebagai contoh pengajuan perijinan, pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), pembuatan surat ijin mengemudi (SIM) maupun informasi profile daerah. Seperti halnya perusahaan, pemerintah menghadapi masalah dalam penerapan TI. Seperti yang dikemukan Morgan 1996) dalam Syam (1999); Martin dan Merle.P (1995), menyatakan bahwa penggunaan TI bagi suatu perusahaan ditentukan oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah karakteristik pengguna TI.

Perbedaan karakteristik pengguna TI dipengaruhi juga oleh banyak faktor , salah satunya  adalah aspek prilaku. Prilaku ini dipengaruhi oleh persepsi pengguna terhadap TI yang secara teoritis dideskripsikan oleh para ahli pengembang TI sebagai pengguna dan pengaruhnya terhadap penggunaan komputer (Davis,et.al 1989; Ferguson, 1991). Berdasarkan aspek keprilakuan pengguna (user) yang juga turut mempengaruhi persepsi dan sikap dalam menerima penggunaan TI. Prilaku dapat ditunjukkan dengan belum siapnya pemerintah daerah dalam mengadopsi TI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mengedepankan transparasi dan akuntabilitas.

Peran teknologi informasi bagi sebuah perusahaan dapat kita lihat dengan menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R. Terry, ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan, yaitu:

Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi

Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial embedded di dalam setiap fungsi manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.

Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah knowledge generator bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya

Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era organisasi modern dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi.

Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar